Rangkuman Materi Etika Dan Laporan penelitian

 ETIKA DAN LAPORAN PENELITIAN SENI

 A. Pendahuluan 

         Pedoman moral dalam suatu kegiatan profesi, yang merupakan asas-asas moral yang mendasari profesi tersebut, biasanya disebut etika (soemardi, 1993). Etika muncul dan hadir serta terjalin secara rumit di dalam hubungan-hubungan yang dihasilkan dalam setiap kegiatan profesional ataupun kegiatan sosial. Dengan demikian, di satu segi, etika dapat di lihat sebagai pedoman moral yang digunakan untuk menciptakan, mempertahankan, dan melestarikan pola-pola hubungan yang harmonis dan menguntungkan di antara status-status dan peranan-peranan para pelaku dan dengan lingkungannya sebagaimana terwujud dalam struktur-struktur kegiatan suatu profesi atau kehidupan sosial. Pada hakikatnya etika akademis yaitu etika yang menjadi pedoman moral bagi para akademis dalam menjalankan kegiatan keilmuannya – tercermin dalam “kejujuran”, yaitu kejujuran dalam mencari dan menemukan kebenaran serta mengungkapkannya. Etika akademis itulah yang melandasi etika penelitian, etika yang menjadi pedoman moral bagi para peneliti dalam menjalankan kegiatan penelitian ilmiahnya. Secara umum, etika penelitian memberi panduan kerja bagi para peneliti (dosen, Mahasiswa, ilmuwan ) dalam melaksanakan penelitian sebagai berikut : 

1) Bekerja dengan jujur 

2) Jangan sekalipun menukangi data atau memanipulasi untuk kepentingan lain sehingga mengabaikan      cita-cita moral

 3) Selalu bertindak tepat, teliti dan cermat

 4) Jauhi pandangan bias terhadap data dan pemikiran orang lain

 5) Jangan berkompromi, tetapi usahakan menyelesaikan permasalahan secara tuntas (Nasution, 1993). 

B. Etika Dalam Penelitian 

1) Masuk ke lapangan Pada saat akan masuk ke lapangan, sekurang-kurang dua hal penting yang saling berkaitan perlu diperhatikan, yaitu :

 a) Izin administrasi atau surat tugas dari berwenang yang menyatakan bahwa penelitian dapat dilakukan secara sah Hal ini perlu dilakukan, di satu pihak, bagi kepercayaan pihak penerima kegiatan, lembaga, orang-orang, atau kelompok masyarakat tertentu, yang jelas, resmi, dan tidak mengandung kerahasiaan, sedangkan di pihak lain,menjadi perlindungan keamanan dan keselamatan bagi peneliti dari kemungkinan adanya hambatan atau bahkan gangguan yang tidak dikehendaki karena ketidakjelasan status peneliti dan penelitiannya. 

b) Membina rapport, berupa usaha peneliti dalam membangun hubungan dengan orang, kelompok, atau lembaga yang diteliti, sehingga memunculkan hubungan yang tidak disertai dengan kecurigaan, penerimaan yang terbuka, dan bahkan dukungan yang positif bagi kelancaran penelitian. Penelitian harus memperlihatkan rencana yang layak tentang masalah resistensi, tes dan penyaringan. 

 2) Manajemen peranan Rancangan penelitian tersebut memberikan bukti bahwa peneliti cukup paham mengenai tempat penelitian dan orang-orang yang diteliti, kegiatan rutin mereka, dan lingkungan mereka untuk mengantisipasi pengaruh kehadiran peneliti. Peneliti perlu memainkan beragam peranan untuk mengembagkan hubungan dalam penelitian dengan orang-orang yang berbeda. Para peneliti harus sering menjelaskan kepada partisipan mengenai peranan yang dimainkannya. 

3) Resiprositas Peneliti harus merancang suasana agar terwujud resiprositas. Jika orangorang mau memberi prioritas dan menerima dalam kegiatan rutin mereka untuk membantu peneliti, atau toleran terhadap kehadiran peneliti, maka sesungguhnya mereka telah membuka ruang bagi mereka sendiri untuk melaksanakan resiprositas. Dalam hal ini, peneliti diyakinkan dan seharusnya memikirkan cara memberi waktu, umpan balik, perhatikan, kedekatan, tutorial, atau beberapa penghargaan lainnya. Masalah peranan, resiprositas, dan etika harus dikelola secara cermat pada seluruh tempat penelitian, tetapi yang paling khusus pada area yang peka dan tabu. 

C. Laporan Penelitian 

 Terdapat beberapa model penulisan laporan. Taylor dan Bogdan menegaskan lima pendekatan yang berbeda. 1) pendekatan “life history” yang sangat deskriptif. Dalam hal ini, penlis mengetengahkan catatan individu dari kehidupan peneliti, yang mengerangkakan bahwa deskripsi dengan butir analitis mengenai signifikasi sosial dari kehidupan tersebut. 2) presentasi data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partispasi, dimana perspektif partisipan dikemukakan, pandangannya membentuk kerangka sktruktur untuk pembuatan laporan. 3) berusaha untuk menghubungkan praktek (realitas fenomena sosial) dengan teori. 4) Taylor dan Bogdan adalah yang paling teoretik. Untuk menggambarkannya, merka berdua memberikan sebuah contoh yang menggunakan suatu kajian yang mengarahkan pada teori sosiologis mengenai pelembagaan dan manajemen simbolik kondisi pada seluruh lembaga. 5) Mereka adalah upaya membangun teori dengan mengambil data yang dikumpulkan dari beberapa tipe lembaga dan berada di bawah beragam keadaan sulit, dan berupaya untuk mengambil simpulan teoretis mengani tipe lembaga, tipe orang, tipe tindakan. 

          Diantara cara-cara dan bentuk pelaporannya, format konvensional yang lazim digunakan dalam penelitian kuantitatif yang tersusun begitu skematik dan ketat, seperti berikut ini, juga kerap digunakan.  Pernyataan masalah  Kerangka konseptual  Pertanyaan penelitian  Metodologi  Analisis data  Penarikan kesimpulan  Pembahasan Seperti halnya pada umumnya penelitian kualitatif, penelitian seni, tidak melaporkan data, tetapi melaporkan latar atau tempat peristiwa, yaitu perhitungan keterkaitan peneliti selama penelitian dengan informan dan karya seni di lingkungannya. Pelaporan hasil penelitian seni memiliki keunikan khusus. Sekalipun dalam beberapa hal mengikuti aturan-aturan     yang dibuat baik bersifat selingkung maupun internasional. Laporan penelitian seni, dalam pengamatan penulis menunjukkan ciri khas ketika menyampaikan fakta intraestetiknya, dalam bentuk visual, kinetik (melalui gambar video, pola lantai dalam tarian), atau bunyi (rekaman auditori dan notasi musiknya), serta gabungan di antaranya. Sebelum laporan penelitian ditulis, sebaiknya kita memahami sasaran yang akan membaca laporan penelitian yang kita buat. Laporan disarankan ditulis untuk pembaca tertentu yang menerima pengaruh tertentu. Namun pembaca yang dikategorikan dikenal dengan baik, sebenarnya juga, menyiratkan beberapa hal penting dan isu-isu yang mendasar. Secara umum, kita perlu mempertimbangkan pilihan seni pembaca penelitian seni seperti berikut ini : Para pembaca lain :  Sejawat dalam latar penelitian kita  Anggota-anggota komisi atau panitia disertasi  Sejawat dalam bidang akademik yang sama Responden atau informan setempat :  Orang-orang yang memberi data;  Para praktisi, orang-orang yang terlibat dalam jenis kajian yang sama, tetapi meneliti di tempat yang berbeda;  Pembuat kebijakan yaitu pegawai pemerintah, dewan kesenian, para;  Legislator yang berkenaan, agen-agen yang terkait;  Pembaca umum : pembeli buku, jika laporan penelitian sudah ;  Diterbitkan dalam bentuk buku yang diperdagangkan;  Pembaca massa : pembeli majalah atau jurnal, jika laporan ;  Sudah diterbitkan dalam jurnal atau majalah. Sistematika Penyusunan Laporan Penelitian Secara ringkas kerangka diatas menunjukkan pola kerja atau alur berpikir dari sebuah laporan penelitian. Laporan penelitian diawali dengan pembahasan tentang: 

1) Latar belakang masalah sebagai dasar atau pertimbangan munculnya masalah penelitian 

2) Masalah penelitian yang dirumuskan secara konseptual dan operasional, yang bercabang ke dua arah, yaitu a) Tujuan penelitian b) Signifikasi penelitian, yang memunculkan atau dikerangkai oleh 

3) Konsep-konsep yang digukan sebagai sistem penjelasan atau hipotesis kerja dalam penelitian yang secara operasioanl tersusun dam bentuk 

4) Metode penelitian, yang memungkinkan Latar Belakang Penelitian Masalah penelitian Tujuan Penelitian Signifikasi Penelitian Kerangka teoritis  Konsep  Konsep  Konsep Metode Penelitian  Sasaran  Penelitian  Pengumpulan data  Analisis Hasil Penelitian  Bab 1  Bab 2  Bab 3 Simpulan Rekomendasi dan saran 

 5) Hasil penelitian dan pembahasannya dapat dideskripsi dan diinterpertasi serta disusun dalam bentuk bab demi bab sesuai dengan masalah penelitian yang dirumuskan. Selanjutnya hasil penelitian dipadatkan ke dua arah, yaitu menjadi a) Simpulan b) Rekomendas

Komentar